[Primbon, Doa, dan Azimat]: 2x5 BLAS/SWG-DPR/Tasawuf/MNF12/2019

Authors

admin

Synopsis

Naskah ini memiliki kode digitalisasi BLAS/SWG/T/MNF12/2019. Naskah dalam kondisi kurang baik, banyak halaman yang sobek, namun teks masih dapat terbaca. Ada bekas seperti hangus hitam pada teks. Naskah ditulis dengan tinta hitam. Tidak ditemukan keterangan nama pengarang, penyalin, maupun tahun penulisan naskah. Naskah ini berasal dari nenek moyang Pak Nuh Fatah yang berasal dari Bugis.

Naskah ini memuat tentang doa-doa. Di antara doa tersebut adalah doa Lukmanul Hakim yang dianjurkan dibaca pagi dan sore, maka doa menjadi makbul. Pada gambar 146 terdapat doa Lukmanul hakim: iyanaé dowanna Luqmanul Hakim masero lebbi’i ribaca élé arawéng. Selain itu terdapat juga azimat yang dibuat pada beberapa media, ada yang ditulis di daun siri, ada juga yang ditulis kemudia ditelan agar kebal dalam peperangan. Pada gambar 3 terdapat azimat yang ditulis di daun siri dan azimat yang ditulis kemudian ditelan: iyanaé simaq riukiq ri daung ota, iyanaé simaq riukiq nariemmeq.

Kutipan awal teks: Bismillāhiraḥmānirraḥīm, Issengngi majeppu sininna seuwwa buraengngi makkunraitta…(Kenalilah dengan baik setiap tata ada memperlakukan perempuanmu…)

Kutipan akhir teks: Wa ta‘udi al-‘adāwata wa kullā min bayni A̅dama, waliyundhira man kāna ḥayyan wa yuḥiqqa al-ḥaqqa wa yubṭila al-bāṭila kāna nahūqan wa yunazzilu minal Qur’āni mā huwa sifā’an wa raḥmatan lil mu’minīna biraḥmatika yā arḥama ar-rahimīn.

2x5 | BLAS/SWG-DPR/Tasawuf/MNF12/2019 | Arab, Serang | Bugis, Arab | Prosa | 146/9 | 18 x 10 | 13 x 7 | Daluang | - | - | Muhammad Nuh Fatah | Kampung Bugis Suwung, Denpasar

PDF

Published

September 15, 2022

How to cite