About the Press
Repositori Wanantara yang dalam bahasa sansekerta berarti "Hutan Lebat" bersifat selalu dinamis, tiap tahun akan terus berusaha ditambah jumlah file naskah unggahannya. Hal ini mengingat masih terdapat antrian produk hasil penelitian manuskrip yang belum selesai diolah menjadi file yang siap saji. Pengunggahan manuskrip dalam Repositori dimulai sejak tahun 2018 dan terus berlajut hinga saat ini. Keseluruhan naskah yang terkumpul hingga saat ini sekitar 900 naskah. Semua naskah yang diunggah dalam Repositori Naskah ini sudah melalui persetujuan para pemiliknya. Adapun daftar hasil penelitian manuskrip yang telah dilakukan Balai Litbang Agama Semarang dapat dilihat pada tabel berikut.
|
No |
Penelitian |
Hasil |
|
1 |
Penelitian di Bima (Ruchani & Hidayat, 2010) |
Inventarisasi 16 manuskrip |
|
2 |
Penelitian di Madura (2010-2012), sudah diterbitkan dalam dua katalog (Masfiah et al., 2017; Ruchani et al., 2017) dan diunggah dalam REPOBLAS |
Digitalisasi dan inventarisasi 518 manuskrip |
|
3 |
Penelitian di Bali (2019), sudah diterbitkan dalam satu katalog |
Digitalisasi dan inventarisasi 178 manuskrip |
|
4 |
Digitalisasi naskah sitaan Bea Cukai Denpasar Bali (2019) |
Digitalisasi 17 manuskrip |
|
5 |
Penelitian isu actual karya K.H. Ahmad Rifai di Jawa Tengah (Maknun et al., 2020) |
Digitalisasi dan inventarisasi 143 manuskrip |
|
6 |
Penelitian isu actual naskah keagaman karya ulama local di Kudus dan Salatiga (Masfiah et al., 2021) |
Digitalisasi dan inventarisasi 75 manuskrip |
|
7 |
Penelitian studi pendahuluan naskah/kitab di Ponpes Tremas Pacitan dan Tebu Ireng Jombang (Maknun & Nugroho, 2021) |
Inventarisasi 58 manuskrip |
|
8 |
Studi kasus manuskrip 2021 (Agus Iswanto di Banyuwangi, Mustolehudin & S Ridlo di Banyumas) |
Belum terekap pasti jumlahnya |
Naskah Madura
Tahap awal pengembangan Repositori Naskah ini kami lakukan terhadap naskah-naskah keagamaan Madura. Hal ini karena data yang tersedia di awal adalah naskah-naskah hasil inventarisasi dan digitalisasi dari Pulau Madura. Madura sangat tepat dijadikan sebagai lokasi penelusuran naskah keagamaan Islam. Madura sejak masa lampau telah menjadi basis penyebaran agama Islam dan masyarakatnya menjadi masyarakat muslim berpengaruh di Jawa Timur. Komunitas muslim di Madura menguat dengan majunya kerajaan muslim, kemudian diikuti merebaknya pusat-pusat pendidikan dari pondok pesantren, majelis taklim, dan madrasah diniyah.
Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang telah melakukan kegiatan inventarisasi dan digitalisasi naskah keagamaan pada tahun (2010-2012) di empat Kabupaten di Madura, yaitu Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan, dan Kabupaten Sumenep. Kegiatan tersebut membuahkan hasil yang menggembirakan karena menghasilkan temuan berupa ratusan naskah keagamaan di Madura yang masih tersimpan di masyarakat. Hasil penelitian ini masih berupa identifikasi naskah dan Cakram Padat (CD) digital. Sebagai langkah pengembangan hasil inventarisasi dan digitalisasi naskah, perlu dilaksanakan Penyusunan Naskah Keagamaan Madura dalam bentuk bibliografi berupa Katalog naskah. Selanjutnya dari data naskah dan katalog yang sudah jadi, kami kembangkan dan kami unggah dalam Repositori Naskah ini.
Tentang Izin Pemilik Naskah
Semua naskah yang diunggah dalam Repositori Naskah ini sudah melalui persetujuan para pemiliknya. Sebelum foto-foto naskah diproses untuk diunggah dalam repositori, kami mengunjungi para pemilik naskah untuk meminta izin kepada mereka, dan sebagai bukti tertulis para pemilik diminta menandatangani dalam surat pernyataan bermaterai. Penggunggahan naskah juga dilakukan atas saran dan permintaan para pemilik. Jika para pemilik hanya mengizinkan sebagian dari foto naskah yang tersedia yang boleh diunggah, maka kami mengikutinya, tetapi jika para pemilik mengizinkan keseluruhan foto naskah diunggah demi persebaran ilmu pengetahuan yang lebih luas dan manfaat, maka itu yang juga kami lakukan. (Ijin Pemilik naskah : Klik disini)
Partisipasi Masyarakat
Kami mengundang partisipasi masyarakat untuk memberikan informasi tentang keberadaan naskah-naskah keagamaan yang perlu diinventarisasi dan digitalisasi.