Geguritan Kawi Swara: 2x3 BLAS/PDB-DPR/Aqidah/PDB 10/2019
Synopsis
Naskah ini memiliki kode digitalisasi BLAS/PDB/AT/PDB10/2019. Naskah dalam kondisi cukup baik, teks masih bisa terbaca jelas. Di Pusdokbud Disbud Bali, naskah ini memiliki kode G/VIII/20/DISBUD. Naskah ditulis menggunakan tinta warna hitam dan ada penomoran halaman menggunakan angka aksara Bali. Pada kolofon, tertulis bahwa naskah disalin oleh I Wayan Samba pada tahun 1985 di Subhagan, Karangasem. Naskah ini merupakan salah satu koleksi Pusdokbud, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali.
Secara ringkas, naskah ini menceritakan seorang raja di kerajaan Lemah Surat mempunyai 3 orang putra laki-laki semua elok parasnya, semasih kanak-kanak, ayahnya meninggal dunia. Putranya yang pertama bernama Sang Bajradhana, yang kedua Sang Kawi Swara, dan yang ketiga bernama Rusutama rupanya bagaikan Hyang Semara, mendalami ilmu kediatmikan, disegani oleh masyarakat. Sang Kawi Swara mengadakan paruman tanya jawab dengan kakaknya Sang Bajradhana dan adiknya Sang Rasutama khususnya mengenai ajaran keagamaan (agama Tirtha) diantaranya: 1. Tatwa Kamoksan, 2. Dasaksara dan cara pemecahannya, 3. Tatwa Kadiatmikan, 4. Tutur Aji Saraswati, 5. Pawisik Warah, 6. Yama Tatwa, 7. Pitra Yadnya.
Kutipan awal naskah: “Om Awighnamastu. Iti Kawiswara, pupuh Smarandana. 1. Milu pangkah mangrencani, mentik carita utama saking tuhu pengambile pinaka pakeling manah mangetyang kerahayuan iniket hana ring kidung sipating Igama Tirtha.”
Kutipan akhir naskah: “Lontar puniki puput sinurat ring rahina, bu, pwa, wara medangkungan, tanggal 13 oktober 1985. Ksama titiang I Wayan Samba, magenah ring lingkungan Galiran Kaler, Kelurahan Subhagan, Karangasem.”
2x3 | BLAS/PDB-DPR/Aqidah/PDB 10/2019 | Bali | Jawa Kuna dan Bali | Puisi | 50/4 | 45 x 3,5 cm | 45 x 3,5 cm | Lontar | - | I Wayan Samba | Pusdokbud, Disbud Prov. Bali | Pusdokbud, Disbud Prov. Bali, Denpasar
Published
Categories
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.