Geguritan Jayeng Rana: 2x9 BLAS/SLH-DPR/Sejarah/NUR 01/2019
Synopsis
Naskah ini memiliki kode digitalisasi BLAS/SLH/SI/NUR01/2019. Naskah dalam kondisi cukup baik, teks masih bisa jelas terbaca. Dari kolofon diperoleh informasi bahwa naskah disalin pada tahun 1947. Terdapat penomoran lempir menggunakan angka aksara Bali dan teks berwarna hitam. Naskah ini merupakan 1 dari 11 naskah lontar yang tersimpan di Masjid An Nur, Sanglah, Denpasar.
Naskah ini menceritakan perjalanan Jayengrana, sosok yang sangat disegani oleh semua orang. Jayengrana begitu pemberani, semua musuh berhasil dikalahkan. Kemampuan dari Jayengrana ini menyebabkan Tuan Amir tertarik kepadanya dan dijadikan andalan (orang yang dipercaya) Tuan Amir. Cerita ini diakhiri dengan pesta Raja Hamsyah setelah peperangan.
Kutipan awal naskah: “Sinom //o// Wentĕn carita winarnā, ring Jawa Arab winangsit, ikang aran Jayengrannā, putrane Abdhulmutalib, gagah lan hanā tumanding, sasoring akasa iku….”
Kutipan akhir naskah: “//o// Atur tityāng ring ida dane sane mamawos cakĕpan puniki, sāmpun pisan ngicain sasuratan tanambēsantukan pasung sastrā kirang rangkung //o//”
2x9 | BLAS/SLH-DPR/Sejarah/NUR 01/2019 | Bali | Bali | Puisi | 44/4 | 38 x 3,5 cm | 33 x 3,5 cm | Lontar | - | - | Yayasan Masjid An Nur Denpasar | Masjid An Nur, Sanglah, Denpasar
Published
Categories
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.