Gaguritan Semaun: 2x7 BLAS/SLH-DPR/Filsafat/NUR 09/2019

Authors

admin

Synopsis

Naskah ini memiliki kode digitalisasi BLAS/SLH/FIL/NUR09/2019. Naskah dalam kondisi cukup baik, teksnya masih bisa terbaca khususnya yang tertulis tebal sedangkan yang tintanya sudah tipis lebih sulit dibaca. Dari kolofon diperoleh informasi bahwa naskah disalin oleh I Nyoman Mĕrta pada tahun 1923 Saka ditulis di Bale Punduk Kelod, Tegallinggah, Karangasem, dan berasal dari Sawan, Buleleng. Terdapat penomoran lempir menggunakan angka aksara Bali. Naskah ini merupakan 1 dari 11 naskah lontar yang tersimpan di Masjid An Nur, Sanglah, Denpasar.

Cerita Geguritan Semaun diawali dengan Sang Surakah yang sedang menyampaikan sesuatu. Kemudian cerita diakhiri dengan harapan tentang keselamatan.

Kutipan awal naskah: “Bismilah irahmanirahim. Tabe hamba hanurunin gending, peparikan, tembang, dangdang gula, minangkasali morhati palah sang naka daha onduk, jumaka mungguh li a tulis basa sasak raramputan, yena salah onduk, pada patutang isi a tembang, simamas, enda a sida sala a tempi, si a satraku kaliwat.”

Kutipan akhir naskah: “//o// Iti geguritan semangun. Puput kasurat ring dina, saniscara, kliwon, wara wayang, tang, ping, 3, kasa, iśaka, 1923. I Nyoman Merta, ring, bale punduk kelod, tegallinggah, karangasem, Bali. Ksama kena wwang mudhālpa sastra. //o//”

2x7 | BLAS/SLH-DPR/Filsafat/NUR 09/2019 | Bali | Sasak | Puisi | 52/4 | 50 x 3,8 cm | 20 x 3,5; 21,5 x 3,5 cm | Lontar | - | I Nyoman Mĕrta | Yayasan Masjid  An Nur Denpasar | Masjid  An Nur, Sanglah, Denpasar

PDF

Published

September 15, 2022

How to cite